Lubuk Basung, KONI Agam – Siapa yang mau berusaha, akan mendapatkan hasil. Kalimat ini cocok dengan perjalanan karier Asrial SH, Pendiri sekaligus Dewan Guru Perguruan Silat Tangan Mas.
Asrial sukses mengembangkan perguruan Silat Tangan Mas. Tak hanya di Sumatera Barat, namun merambah ke beberapa provinsi di luar Sumatera Barat. Saat ini, perguruan Silat Tangan Mas memiliki lebih dari 1500 murid, yang tersebar di seluruh cabang perguruan Silat Tangan Mas, seperti Jambi, Riau, Batam, Payakumbuh, Padang dan Kabupaten Agam sendiri.
Sukses Asrial dalam mengembangkan perguruan Silat Tangan Mas, tak diraih dengan mudah. Banyak suka duka yang dilalui. Apalagi, dahulu, diawal- awal merintis perguruan silat Tangan Mas, event tidaklah sesering sekarang. Namun, seiring berjalannya waktu, nama perguruan Silat Tangan Mas makin berkibar. Untuk tingkat Kabupaten Agam, IPSI adalah salah satu cabang olahraga andalan yang selalu menyumbang medali emas di Porprov. Mayoritas atlet IPSI Kabupaten Agam, berasal dari perguruan Silat Tangan Mas.

Bahkan, perguruan Silat Tangan Mas pernah mengirim atletnya berlaga di kejuaraan dunia yang dilaksanakan di Singapura, atas nama Syahrifal Effendi.
Walau telah sukses mengibarkan nama perguruan Silat Tangan Mas, sampai ke kejuaraan dunia, ternyata Asrial aslinya bukanlah seorang pesilat. Bahkan, Asrial sendiri belum pernah merasakan jadi seorang atlet.
“Saya aslinya bukan pesilat .Bahkan, sepanjang perjalanan karier saya, belum pernah jadi atlet” ujar Asrial dalam bincang – bincangnya dengan Humas KONI Agam di Sekretariat KONI Agam beberapa waktu lalu.
Dijelaskan Asrial, mula- mula dia menggeluti cabang beladiri adalah tahun 1986, dengan bergabung di perguruan Silat Kungfu Shaolinsi Indonesia, di Polres Bukittinggi. Di perguruan Silat Kungfu Shaolinsi Indonesia, Asrial berlatih dari tahun 1986 hingga tahun 1993. Ditahun 1993, Asrial memutuskan untuk berhenti di perguruan Silat Kungfu Shaolinsi Indonesia dan pindah ke Perguruan Wushu Tangan Mas. Hanya tiga tahun di Wushu Tangan Mas, pada tahun 1996 Asrial kembali keluar dan memutuskan untuk menekuni cabang pencak silat.
“Alasan keluar dari Kungfu Shaolinsi Indonesia dan Wushu Tangan Mas sama. Karena waktu itu, tidak ada ivent. Akhirnya, saya memutuskan untuk menekuni cabang pencak silat,” terang Asrial.
Keputusan Asrial untuk beralih ke cabang olahraga pencak silat, ternyata sangat tepat. Berbekal pengalaman di cabang olahraga yang ditekuni sebelumnya, serta keberanian dan bakat, Asrial menggabungkan beberapa cabang olahraga beladiri ke pencak silat. Pada tanggal 5 Mei 1997, resmi berdiri perguruan Silat Tangan Mas di Lubuk Basung.
Hasilnya, para murid perguruan Silat Tangan Mas yang dipimpinnya berhasil meraih prestasi. Sekarang, perguruan Silat Tangan Mas telah memiliki banyak cabang. Bahkan, perguruan Silat Tangan Mas sekarang sudah memiliki bangunan permanen yang difungsikan sebagai padepokan.
Kedepan, Asrial berharap olahraga kabupaten Agam terus berkembang dan mampu melahirkan atlet – atlet berprestasi. (Rom)